Minggu, 17 Mei 2015

Makalah MORTALITAS




MORTALITAS

Dosen Pembimbing:
Nur Asiah, M.Kes


Ditulis oleh:
Danu Prabowo
Eva Rosdiana
Muhammad Rizal Aulia
Rahma Novia Astuti

PROGRAM STUDI PENGANTAR ILMU KEPENDUDUKAN
FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF. DR. HAMKA
JAKARTA

BAB I
PENDAHULUAN
      A.    Latar Belakang
Mortalitas atau kematian merupakan salah satu di antara tiga komponen demografi yang dapat mempengaruhi perubahan penduduk. Dua komponen demografi lainnya adalah fertilitas (kelahiran)  dan migrasi. Informasi tentang kematian penting, tidak saja bagi pemerintah melainkan juga bagi pihak swasta, yang terutama berkecimpung dalam bidang ekonomi dan kesehatan.
Data  kematian sangat di perlukan antara lain untuk proyeksi penduduk guna perencanaan pembangunan.Misalnya, perencanaan fasilitas perumahan, fasilitas pendidikan, dan jasa-jasa lainnya untuk kepentingan masyarakat. Data kematian juga diperlukan untuk kepentingan evaluasi terhadap programprogram kebijaksanaan penduduk.
Konsep mati perlu diketahui guna mendapatkan data kematian yang benar. Dengan kemajuan ilmu kedokteran, kadang-kadang sulit untuk membedakan keadaan mati dan keadaan hidup secara klinik. Apabila pengertian mati tidak dikonsepkan, dikhawatirkan bisa terjadi perbedaan penafsiran antara berbagai orang tentang kapan seseorang dikatakan mati.
Menurut konsepnya, terdapat 3 keadaan vital, yang masing-masing saling bersifat mutually exclusive, artinya keadaan yang satu tidak mungkin terjadi bersama dengan salah satu keadaan lainnya.

B.     Tujuan
1.      Untuk mengetahui pengertian mortalitas
2.      Untuk mengetahui sumber data kematian
3.     Untuk mengetahui ukuran kematian
4.      Untuk mengetahui pengaruh mortalitas terhadap  kesehatan

      C.    Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan ukuran mortilitas?
2.      Bagaimana cara mengetahui sumber data kematian?
3.      Bagaimana mengetahui ukuran kematian?
4.      Apa pengaruh mortalitas terhadap kesehatan masyarakat?

 
BAB II
PEMBAHASAN
1.      Pengertian Ukuran Mortilitas
Ukuran kematian merupakan angka atau indeks, yang di pakai sebagai dasar untuk menentukan tinggi rendahnya tingkat kematian suatu penduduk. Ada berbagai macam ukuran kematian, mulai dari yang paling sederhana sampai yang cukup kompleks. Namun demukian perlu di catat bahwa keadaan kematian suatu penduduk tidaklah dapat diwakili oleh hanya suatu angka tunggal saja. Biasanya berbagai macam ukuran kematian di pakai sekaligus guna mencerminkan keadaan kematian penduduk secara keseluruhan. Hampir semua ukuran kematian merupakan suatu “rate” atau “ratio”.
Rate merupakan suatu ukuran yang menunjukkan terjadinya suatu kejadian (misalnya: kematian, kelahiran, sakit, dan sebagainya) selama peroide waktu-waktu tertentu.
Kematian (mortalitas) adalah peristiwa hilangnya semua tanda-tanda kehidupan secara permanen  yang bisa terjadi tiap saat setelah kelahiran hidup. (Budi Utomo, 1985). Morbiditas (penyakit/kesakitan) adalah kondisi penyimpangan dari keadaan yang  normal, yang biasanya dibatasi pada kesehatan fisik dan mental. Pada kasus tertentu morbiditas ini terjadi secara terus menerus (morbiditas kumulatif) yang pada akhirnya dapat menyebabkan kematian pada penderitanya.
Jenis kematian didalam rahim (intra uterin)
·         Abortus Abortus
Kematian janin menjelang dan sampai umur 16 minggu.
·         Immatur Immatur
Kematian janin antara umur kandungan diatas 16 minggu sampai pada umur kandungan 28   minggu.
·         Prematur Prematur
Kematian janin di dalam kandungan pada umur di atas 28 minggu sampai waktu lahir.

Jenis kematian bayi di luar rahim (extra uterin)
·         Lahir mati mati (still birth)
Kematian baru baru lahir (neo natal death) kematian bayi sebelum berumur satu bulan tapi kurang dari setahun.
·         Kematian lepas baru lahir (post neo natal death) adalah kematian bayi setelah berumur satu bulan tetapi kurang dari setahun.
·         Kematian bayi (infant mortality) kematian setelah bayi lahir hidup hingga berumur kurang dari satu tahun.

2.      Sumber Data Kematian
Cara mengetahui sumber data kematian dapat diperoleh dari berbagai macam sumber, antara lain :
2.1. Sistem registrasi fital
Apabila sistem ini bekerja dengan baik merupakan sumber data kematian  yang ideal. Di sini, kejadian kematian dilaporkan dan dicatat segera setelah peristiwa kematian tersebut terjadi. Di Indonesia, belum ada sistem registrasi vital yang bersifat nasional, yang ada hanya sistem registrasi vital yang bersifat bersifat lokal, dan inipun tidak sepenuhnya meliputi semua kejadian kematian pada kota-kota itu sendiri. Dengan demikian di Indonesia tidak mungkin memperoleh data kematian yang baik dari sistem registrasi vital. 
2.2. Sensus dan survei penduduk
Sensus dan survei penduduk merupakan kegiatan sesaat yang bertujuan untuk mengumpulkan data penduduk, termasuk pula data kematian. Berbeda dengan sistem registrasi vital, pada sensus atau survei kejadian kematian dicacat setelah sekian lama peristiwa kejadian itu terjadi. Data ini diperoleh melalui sensus atau survei dapat digolongkan menjadi dua bagian :
a.       Bentuk lasungsung (Direct Mortality Data)
Data kematian bentuk langsung diperoleh dengan menanyakan kepada responden tentang ada tidaknya kematian selama kurun waktu tertentu. Apabila ada tidaknya kematian tersebut dibatasi selama satu tahun terakhir menjelang waktu sensus atau survei dilakukan, data kematian yang diperoleh dikenal sebagai ‘Current mortality Data’.
b.      Bentuk tidak langsung (Indirect Mortalilty Data)
Data kematian bentuk tidak langsung diperoleh melalui pertanyaan tentang ‘Survivorship’ golonga penduduk tertentu misalnya anak, ibu, ayah dan sebagainya. Dalam kenyatan data ini mempunyai kualitas lebih baik dibandingkan dengan data bentuk langsung. Oleh sebab itu data kematian yang sering dipakai di Indonesia adalah data kematian bentuk tidak langsung dan biasanya yaitu data ‘Survivorship’ anak. Selain sumber data di atas, data kematian unutk penduduk golongan tertentu di suatu tempat, kemungkinan dapat diperoleh dari rumah sakit, dinas pemakaman, kantor polisi lalu lintas dan sebagainya.
c.       Penelitian
Penelitian kematian penduduk biasanya dilakukan bersamaan dengan penelitian kelahiran yang disebut dengan penelitian statistik vital.
d.      Perkiraan (estimasi)
Perkiraan tentang jumlah kematian dan kelahiran ini didapatkan dari sensus penduduk yang dilakukan.

3.      Cara Pengukuran Angka Kematian
      Ada beberapa cara pengukuran angka kematian diantaranya adalah:
3.1. Angka Kematian Penyebab khusus: (AKP)  jumlah seluruh kematian karena penyebab dalam satu jangka waktu tertentu dibagi dengan jumlah penduduk yang mungkin terkena penyakit tersebutdalam persen atau permil.
Rumus:
                                                                    AKPK = Pt/P x k
Dimana :
AKPK = jumlah seluruh kematian karena penyakit tertentu  X 100%
P          = Jumlah penduduk yang mungkin terkena
Pt         = Penyakit tertentu pada pertengahan tahun

3.2. Angka Kasus Fatal: jumlah seluruh kematian karena satu penyebab dalam jangka waktu tertentu dibagi denganjumlah seluruh penderita pada waktu yang sama dalam persen atau permil.
Rumus:
                                                   AKF = Pf/P x 100%
Dimana :
P      = Jumlah seluruh kematian
Pf     = Jumlah kematian karena penyakit tertentu
AKF =  X 100%

3.3. Angka Kematian Neonatal: (AKN) adalah  jumlah angka kematian bayi usia dibawah usia 28 hari pada jangka waktu (satu tahun) dibagi jumlah kelahiran hidup pada jangka waktu tahun yang sama dalam persen atau permil.

3.4.Angka Kematian Ibu: jumlah kematian ibu karena kehamilan, persalinan, dan nifas dalam satu tahun dibagi denganjumlah kelahiran hidup pada tahun yang sama dengan persen atau permil.
Rumus:
                                                         AKI = Pf/P x 100
Dimana :
AKI = Jumlah kematian ibu karena kehamilan, kelahiran dan nifas   X100
 P     = Jumlah kelahiran hidup pada tahun yang sama

3.5. Tingkat Kematian Kasar (Crude Death Rate)
adalah banyaknya kematian pada tahun tertentu, tiap 1000 penduduk pada pertengahan tahun.
                                                        CDR = D/P x 100
Dimana :
D   = jumlah kematian pada tahun X
Pm = jumlah penduduk pada pertengahan tahun x
k     = konstanta 1000
3.6. Tingkat Kematian Menurut Umur ( Age Specific Death Rate )      
adalah jumlah kematian penduduk pada tahun tertentu berdasarkan klasifikasi umur tertentu.
                                                     ASDR = Di/Pmi x k   
Dimana :
Di   = Jumlah kematian pada kelompok umur (i)
Pmi = Jumlah penduduk pada pertengahan tahun pada kelompok umur (i)
k     = Angka konstan (1000)

3.7. Tingkat Kematian Bayi { Infant Death Rate (IDR) /Infat Mortality  Rate (IMR)
IMR = D0/B x 1000
Dimana :
Do = Jumlah kematian bayi pada tahun tertentu
B = Jumlah lahir hidup pada tahun tertentu
k = bilangan konstan (1000)

Karakter kelompok penduduk yang mempengaruhi Crude Death Rate (CDR) :
1)      Antara penduduk daerah pedesaan dandaerah perkotaan.
2)       Penduduk dengan lapangan pekerjaan yang berbeda.
3)      Penduduk dengan perbedaan pendapatan.
4)       Perbedaan jenis kelamin.
5)      Penduduk dengan perbedaan status kawin. 

4. Pengaruh Mortalitas Terhadap  Kesehatan Masyarakat
Di dalam studi ilmu kependudukan terdapat sebuah komponen yang ikut mempengaruhi laju pertumbuhan penduduk di suatu wilayah yaitu kematian atau mortalitas. Peristiwa kematian dapat disebabkan oleh banyak faktor salah satunya adalah kesehatan. Suatu korelasi timbal balik antara mortalitas dengan kesehatan masyarakat ada dua macam, yaitu korelasi yang bersifat positif atau menguntungkan maupun korelasi yang bersifat negative atau merugikan.
Korelasi yang bersifat positif atau menguntungkan antara mortalitas dengan kesehatan masyarakat adalah dengan adanya mortalitas maka kelajuan pertumbuhan penduduk yang tidak dapat terkendali dapat ditekan dan secara otomatis kepadatan penduduk pun dapat berkurang sehingga terjadi pula perubahan fungsi lahan yang semula untuk perumahan menjadi fungsi lain yang lebih bermanfaat misalnya pertanian, lahan perkebunan, sumber lapangan pekerjaan, dan lain-lain. Dengan demikian kesejahteraan penduduk akan semakin meningkat begitu pula derajat kesehatan masyarakat. Sebagai ilustrasi pada suatu wilayah yang padat penduduknya maka letak bangunan yang satu dengan lainnya saling berhimpitan sehingga menimbulkan banyak permasalahan kesehatan, seperti sanitasi yang kurang memadai, kurangnya lahan sumber oksigen (tumbuh-tumbuhan), dan sebagainya.
Korelasi yang bersifat negative atau merugikan antara mortalitas dengan kesehatan masyarakat adalah terkait penyebab kematian di suatu wilayah itu sendiri. Dalam studi ilmu kesehatan masyarakat dipelajari berbagai faktor yang mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat atau lebih dikenal dengan teori H.L. Blum, diantaranya adalah karena faktor perilaku individu atau masyarakat, pelayananan kesehatan, lingkungan, dan genetik. Kematian dapat disebabkan karena perilaku dan pola hidup yang tidak bersih dan sehat sehingga menimbulkan penyakit, apabila penyakit tersebut menyebar ke masyarakat maka dapat terjadi kematian penduduk dalam jumlah yang banyak. Kedua, kematian dapat disebabkan oleh pelayanan kesehatan yang kurang memadai, hal ini terkait dengan kebijakan kesehatan yang dikeluarkan oleh pemerintah, seperti adanya penyelewengan dana penyediaan alkes, pembagian jamkesmas yang tidak merata dan sesuai sasaran menyebabkan terjadinya kematian penduduk terutama penduduk yang ada di bawah garis kemiskinan. Ketiga, banyak penyakit yang bersumber dari lingkungan. Misalnya, lingkungan yang kumuh memiliki sedikit sumber oksigen (tumbuh-tumbuhan), sedikitnya lahan untuk membuang sampah rumah tangga sehingga mencemari tanah, air, dan udara. Keempat, banyaknya kematian juga dipengaruhi oleh factor genetic, di mana seorang bayi yang lahir cacat bahkan meninggal dunia dapat diakibatkan oleh gen orang tua yang mengandungnya, misalnya sang orang tua tidak gemar mengkonsumsi nutrisi yang baik bagi kandungannya atau terdapat penyakit keturunan yang dibawa oleh orang tuanya.













BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
1.      Ukuran kematian merupakan angka atau indeks, yang di pakai sebagai dasar untuk menentukan tinggi rendahnya tingkat kematian suatu penduduk. Ada berbagai macam ukuran kematian, mulai dari yang paling sederhana sampai yang cukup kompleks.
2.      Cara mengetahui sumber data kematian dapat diperoleh dari berbagai macam sumber, antara lain registrasi fital dan sensus dan survey penduduk.
3.      Ada beberapa cara pengukuran angka kematian diantaranya adalah Angka Kematian Penyebab khusus (AKP),  Angka Kasus Fatal, Angka Kematian Neonatal (AKN), Angka Kematian Ibu, Tingkat Kematian Kasar (Crude Death Rate), Tingkat Kematian Menurut Umur ( Age Specific Death Rate ), Tingkat Kematian Bayi -Infant Death Rate (IDR) /Infat Mortality  Rate (IMR).
4.      Korelasi yang bersifat positif atau menguntungkan antara mortalitas dengan kesehatan masyarakat adalah dengan adanya mortalitas maka kelajuan pertumbuhan penduduk yang tidak dapat terkendali dapat ditekan dan secara otomatis kepadatan penduduk pun dapat berkurang sehingga terjadi pula perubahan fungsi lahan yang semula untuk perumahan menjadi fungsi lain yang lebih bermanfaat.
5.      Korelasi yang bersifat negative atau merugikan antara mortalitas dengan kesehatan masyarakat adalah terkait penyebab kematian di suatu wilayah itu sendiri. Dalam studi ilmu kesehatan masyarakat dipelajari berbagai faktor yang mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat atau lebih dikenal dengan teori H.L. Blum, diantaranya adalah karena faktor perilaku individu atau masyarakat, pelayananan kesehatan, lingkungan, dan genetik.

B.     Saran
Kematian dapat disebabkan karena perilaku  dan pola hidup yang tidak bersih dan sehat sehingga menimbulkan penyakit, apabila penyakit tersebut menyebar kemasyarakat maka dapat terjadi kematian penduduk dalam jumlah yang banyak. Oleh karena itu perlu ditingktkannya kegiatan promotif, preventif, dan kuratif.

DAFTAR PUSTAKA

Mantra, Ida Bagoes. 2009. Demografi Umum. Jakarta : Pustaka Pelajar
Pollard, A.H. Yusuf, F. , pollard, G.N. 1974. Demographic Techniques. pergamon press Australia.
Barclay, G.W. 1970. Techniques of population Analysis. John Wiley dan Sons, Inc. New York, London, Sidney, Eight Printing.
Palmore, J.A. 1971. Measuring Mortality : a self teaching guide to elementary measures, papers of the East – west population Institute No. 15. Honolulu, Hi.
Sumber Internet :
http://www.bps.go.id diakses pada tanggal 9 April 2015.
http://bkkbn.go.id diakses pada tanggal 12 Aprill 2015.

0 komentar:

Viewers^^

Visitors, all I want to say thanks! ^^

Flag Counter

Search This Blog

hits

Popular Posts

MUSIC

Profile

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers