ANALISIS PENYIMPANGAN BAHASA
INDONESIA PADA MEDIA CETAK
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
LATAR
BELAKANG
Dalam kehidupan sehari-hari manusia
tidak terlepas dari pemakaian bahasa. Dengan bahasa seseorang dapat
mengungkapkan ide, gagasan, pikiran, dan keinginan dalam menyampaikan pendapat
dan informasi. Bahasa sebagai alat untuk interaksi antarmanusia dalam
masyarakat memiliki sifat sosial yaitu pemakaian bahasa digunakan oleh setiap
lapisan masyarakat. Bahasa bukan individual yang hanya dapat dipakai dan
dipahami oleh penutur saja akan tetapi, pemakaian bahasa akan lebih tepat bila
antara penutur dan mitra tutur saling memahami makna tutur.
Bagi para penulis dan jurnalis (wartawan), bahasa adalah senjata, dan
kata-kata adalah pelurunya. Mereka tidak mungkin bisa memengaruhi pikiran,
suasana hati, dan gejolak perasaan pembaca, pendengar, atau pemirsanya, jika
tidak menguasai bahasa jurnalistik dengan baik dan benar
Penulisan berita di media massa menggunakan bahasa jurnalistik yang
disyaratkan tampil menarik, variatif, segar, berkarakter. Selain itu, ia juga
harus senantiasa tampil ringkas dan lugas, logis, dinamis, demokratis. Dalam
bahasa jurnalistik, setiap kata harus bermakna, bertenaga, dan bercita rasa.
Kebanyakan penulisan berita di media massa sering terdapat penyimpangan-penyimpangan
dari kaidah penulisan tata bahasa yang benar. Karena alasan menarik, variatif,
segar, berkarakter itulah yang menyebabkan penulisan berita di media massa
tidak sesuai dengan kaidah penulisan tata bahasa yang benar.
Sebagai masyarakat Indonesia
tentunya kita menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, yang
berfungsi sebagai alat komunikasi mempunyai peran sebagai penyampai informasi.
Namun, pemakaian bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari mulai bergeser
digantikan oleh pemakaian bahasa anak remaja yang dikenal dengan bahasa gaul.
Interferensi bahasa gaul kadang muncul dalam penggunaan bahasa Indonesia dalam
situasi resmi yang mengakibatkan penggunaan bahasa tidak baik dan tidak benar.
Sehubungan dengan semakin maraknya
penggunaan bahasa gaul yang digunakan oleh sebagian masyarakat modern, perlu
adanya tindakan dari semua pihak yang peduli terhadap eksistensi bahasa Indonesia
yang merupakan bahasa nasional, bahasa persatuan, dan bahasa pengantar dalam
dunia pendidikan.
